ADAT-ISTIADAT dan peraturan negeri orang tentu berbeda dengan negeri sendiri. Jika tidak mau repot, alangkah baiknya jika kita mempelajari atau mencari informasi terlebih dahulu tentang kebiasaan dan juga peraturan negara yang akan dikunjungi. Berikut ….
Berikut beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan jika Anda berminat berwisata ke Malaysia.
1. Siapkan paspor sebaik-baiknya untuk memudahkan pemeriksaan imigrasi Malaysia di Kuala Lumpur International Airport.
2. Siapkan mata uang ringgit untuk memudahkan berbelanja, karena pada umumnya pusat-pusat perbelanjaan rakyat menggunakan ringgit sebagai alat tukar. Mata uang dolar Amerika Serikat atau kartu kredit biasanya hanya digunakan di pusat pertokoan besar.
3. Jika Anda beragama Islam, tidak perlu khawatir tentang arah kiblat maupun perlengkapan salat. Setiap hotel selalu memberikan penunjuk arah kiblat dan menyiapkan alat salat. Anda tinggal menanyakan waktu salat kepada resepsionis hotel karena ada perbedaan waktu sekitar satu jam antara Malaysia dan Indonesia. Informasi waktu salat juga bisa diperoleh di halaman depan surat kabar berbahasa Malaysia atau Inggris, serta tayangan televisi.
4. Jika hendak menggunakan jasa taksi atau dalam bahasa lokal disebut kereta sewa, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu tarif yang dikenakan hingga daerah tujuan. Jangan sampai Anda harus bersitegang dengan si pengemudi karena menilai tarifnya terlalu mahal. Biasanya untuk daerah di seputar Kota Kuala Lumpur sekitar RM4.
5. Jika Anda ingin berbelanja cendera mata dengan harga murah dan kualitas yang lumayan, datanglah ke Petaling Street Chinatown. Di tempat itu bisa dijumpai jenis oleh-oleh berupa T-shirt
bertuliskan Malaysia, tas, korek api, jam tangan, dan sebagainya.
Perlu diingat, keahlian tawar-menawar sangat dibutuhkan di kawasan ini. Meski terkadang penjual terlihat bersungut-sungut, namun toh barang yang kita kehendaki diberikan juga dengan harga jauh lebih murah dari yang ditawarkan.
6. Jika ingin berbelanja barang dengan kualitas lebih baik dan tentu saja harga lebih mahal, bisa datang ke kawasan Bangsar atau Bintang Walk. Di daerah ini Anda tidak perlu terlalu ngotot melakukan tawar-menawar karena harganya sudah sesuai dengan kualitas barang.
7. Jika ingin membeli barang bermerek dengan kualitas internasional, datanglah ke Menara Kembar Petronas. Tempat ini dipenuhi pertokoan yang menjual barang dalam negeri dan impor dengan kualitas terjamin.
8. Meskipun berjabat tangan merupakan hal yang umum bagi laki-laki dan perempuan, beberapa muslimah (muslim perempuan) biasanya hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum jika berkenalan dengan laki-laki. Berjabat tangan hanya dilakukan jika muslimah tersebut menawarkan tangannya terlebih dahulu. Salam tradisional biasanya dilakukan dengan kedua tangan ditempelkan tanpa berjabatan. Laki-laki Malaysia biasanya menyodorkan kedua tangannya yang menempel kemudian sedikit ujungnya bersentuhan ringan dengan tangan lawannya. Setelah itu, ia membuka tangannya dan tangan kanannya biasanya ditempelkan di dada yang berarti saya menghormati Anda setulus hati. Pengunjung sebaiknya menjawab salam itu.
9. Jika hendak mengunjungi rumah orang Malaysia, sebaiknya mengetuk pintu terlebih dahulu.
10. Sepatu selalu harus ditanggalkan jika memasuki rumah penduduk setempat.
11. Air minum selalu ditawarkan tuan rumah kepada tamunya dan akan lebih sopan jika tamu menerimanya.
12. Tangan kanan selalu digunakan ketika makan, begitu juga saat memberi dan menerima sesuatu.
13. Telunjuk kanan tidak biasa digunakan untuk menunjukkan tempat, objek atau seseorang. Penduduk setempat biasanya menggunakan ibu jari kanan dengan keempat jari lainnya terlipat untuk menunjukkan hal-hal tersebut.
14. Sepatu harus ditanggalkan ketika memasuki tempat ibadah seperti masjid dan kuil. Beberapa masjid menyediakan alat-alat salat untuk pengunjung wanita. Mengambil foto di masjid biasanya diizinkan tetapi akan lebih baik jika meminta izin terlebih dahulu.
15. Toast minuman (khususnya minuman keras) tidak biasa dilakukan di Malaysia, karena negara yang sebagian besar penduduknya muslim ini mengharamkan alkohol. (Meilani/N-4/rmb)
16. Sebutan “Indon” kepada pendatang asal Indonesia agak berkonotasi negatif, kita harus menyikapinya dg baik dan berjiwa besar